Wayang, Mahabharata. Indonesia/India? mencuri?
Kenapa wayang? ya pertama-tama perkenalkan hobby saya yang baru. sekarang saya suka wayang. semua bermula dari komik asal Indonesia yang diterbitkan koloni komik dan dikarang oleh Is Yuniarto, yaitu Garudayana. untuk yang belum tahu komik apa itu, anda bisa cari post saya yang sebelumnya karena saya sudah pernah bahas tentang komik itu. keren juga komiknya, asli Indonesia lagi. terus tanpa sengaja saya ketemu novel tentang wayang, judulnya “The Darkness of Gatotkaca”, yang nulis namanya Piyoto Amrih. mulai dari situlah saya mengerti lebih jauh tentang wayang. bagaimana manusia terdiri dari 2 sisi yaitu sisi baik dan jahat. tidak ada makhluk yang 100% benar atau salah, baik maupun jahat. sekalian ini adalah budaya asli Indonesia (hmm sebenernya ini yang mau saya bahas di post ini) jadi saya lebih bangga lagi. bagi saya sama aja kayak mythology-mythology Yunani. kalau Yunani punya Zeus, Wayang punya Batara Indra; kalau Yunani punya Hercules, wayang punya Gatotkaca. ya sekian dulu paragraf pembuka ini, pembahasan sebenarnya akan dimulai di paragraf 2.
Di judul ini saya memakai kata mencuri. sebenarnya apa yang mau saya bahas? ya pertama-tama saya sudah gak ragu lagi tentang kepemilikan wayang. UNESCO sudah mengukuhkan wayang sebagai warisan budaya milik Indonesia pada 7 november 2003. tapi bagaimana tentang cerita-cerita yang ada di wayang itu sendiri? Mahabharata? Ramayana?
saya mencari di google dengan kata kunci Wayang lalu Mahabharata. saya klik link-link wikipedia (biasa gak mau repot, jadinya baca di wikipedia). biar adil saya klik pertama sumber yang berbahasa Indonesia lalu yang berbahasa Inggris. dalam 2 bahasa dua-duanya mengakui Mahabharata dan Ramayana dikarang oleh pujangga India. pertanyaannya sekarang adalah, “Apakah kita mencuri budaya India?”
Kita sudah sering marah, ketika budaya-budaya kita diakui oleh negara tetangga. lalu bagaimana mengenai pustaka-pustaka tersebut? apakah Indonesia mencurinya? mungkin argumen yang bisa saya berikan adalah, “Indonesia menyadur bukan mencuri”. Perjalanan cerita tersebut sampai ke Indonesia berawal dari pujangga-pujangga India yang berkelana ke Indonesia pada jaman perdagangan. masuklah budaya India ke Indonesia seperti agama Hindu dan juga cerita pewayangan yang kita kenal sekarang. Akhirnya bercampurlah budaya India dengan budaya Indonesia dan pada perkembangannya Indonesia memiliki ciri-ciri khususnya sendiri. banyak perkembangan di wayang Indonesia yang tidak ada di cerita India. seperti tokoh Antareja yang ternyata adalah asli tokoh wayang karya orang Indonesia.
hmmm mungkin saya gak bisa ngasih kesimpulan tentang apakah Indonesia mencuri atau tidak. sedikit kurang bertanggung jawab juga meninggalkan sebuah masalah tanpa penyelesaian. tapi apa boleh buat, tulisan ini ditulis hanya oleh seorang bocah yang baru lulus SMA.
Ada yang mau berkomentar?
June 3, 2010 at 1:15 pm
menurut gue, beberapa bagian dari kebudayaan Indonesia itu adalah kebudayaan India juga, dan terbentuknya melalui proses interaksi antara dua bangsa.. yg seterusnya melakukan asimilasi dan akulturasi, sehingga wajarlah beberapa budaya seperti cerita2 tentang dewa-dewi itu masuk.. bukan berarti dicuri, in case kalo di curi itu lebih ke arah dimana kita mengambil kebudayaan orang, padahal ketika dirunut sejarahnya, kita tidak pernah berhubungan secara langsung dengan budaya tersebut.. cmiiw..
Dalam prosesnya, rasa karsa en karya serta kreativitas bangsa Indonesialah yang mengembangkan cerita2 dari rigveda dan bhagavadgita menjadi beberapa cerita2 wayang.. dan itu tidak dilakukan oleh India.. bisa dibilang wayang merupakan budaya asli Indonesia, tapi memang mendapatkan pengaruh dari India
June 19, 2010 at 6:36 pm
hallow fousi,ihave had reed yuor comment todays malik journal and i do really enjoyd the way yuo handle todays intitave.and i hoppe yuo will do more next time yuo required such evant .