Hello from Canada!! Ya inilah pertama kalinya gw bikin postingan setelah sekian lama dan kini gw nulis (atau ngetik) di Canada. Alhamdulillah dapet kesempatan buat kuliah di University of Alberta, walaupun masih harus nyelesain beberapa dokumen, doakan aja lancar dan kuliahnya kesampean dan sukses. Gw dateng di Edmonton tanggal 1 Juli, pas saat Canada day. Sayangnya gw masih Jetlag dan ketinggalan banyak saat pesta kembang apinya. Masih sempet menikmati juga suasana malam Canada day dan ketemu orang gak dikenal tapi gak kalah ramah sama orang yang gw kenal. Mereka saling sapa-menyapa satu sama lain mengucapkan selamat Canada day. So sweet.
Hari ke 14 di sini…. ada satu hal yang menarik buat gw. Mungkin lo semua udah pada tau kalo Inggris dan mungkin sebagian besar negara-negara barat punya budaya minum (bir) yang kental, terutama Inggris (menurut guru EF gw). Tapi menurut gw ada satu budaya lagi yang gw liat di Canada, yaitu mengunyah permen karet…..

Ini semua berawal dari beberapa pengalaman pertama gw naik LRT (subway), gw duduk berhadapan sama orang (mungkin seumuran sama gw tapi rada tuaan dikit) lagi ngunyah permen karet, menarik perhatian gw karena setiap kali gw ngeliat orang lagi ngunyah permen karet, gak tau kenapa mukanya jadi songong. Pengen juga gw gebukin rasanya. Makin sering, sampe hari ini pas gw lagi beli nomor hape, ketiga orang di front desk ngeluarin permen karet dari kantong baju mereka dan mereka barengan ngunyah permen karet di depan gw. T*i.
Tepat sehari sebelum gw beli nomor hape, gw penasaran apa bedanya permen karet di Indonesia dan di Canada. Akhirnya gw beli permen karet bermerek sama dengan yang dikunyah tukang nomor hape (ya ketiganya ngeluarin permen karet dengan merek yang sama)
Pertama gw kira mungkin permen karet Canada rasanya lebih tahan lama, tapi setelah gw kunyah sama aja, setelah sekitar 3 menit rasanya udah hilang. Padahal yang gw liat orang-orang di sini bisa tahan ngunyah tuh permen karet sekitar 2 stasiun kereta yang berarti 8 menitan dan mungkin lebih. Tahan amat ngunyah barang hambar kayak begituan. Menurut gw apa mungkin ini budaya mereka juga ya? hahaha. who knows, I didn’t ask them.
Kenapa wayang? ya pertama-tama perkenalkan hobby saya yang baru. sekarang saya suka wayang. semua bermula dari komik asal Indonesia yang diterbitkan koloni komik dan dikarang oleh Is Yuniarto, yaitu Garudayana. untuk yang belum tahu komik apa itu, anda bisa cari post saya yang sebelumnya karena saya sudah pernah bahas tentang komik itu. keren juga komiknya, asli Indonesia lagi. terus tanpa sengaja saya ketemu novel tentang wayang, judulnya “The Darkness of Gatotkaca”, yang nulis namanya Piyoto Amrih. mulai dari situlah saya mengerti lebih jauh tentang wayang. bagaimana manusia terdiri dari 2 sisi yaitu sisi baik dan jahat. tidak ada makhluk yang 100% benar atau salah, baik maupun jahat. sekalian ini adalah budaya asli Indonesia (hmm sebenernya ini yang mau saya bahas di post ini) jadi saya lebih bangga lagi. bagi saya sama aja kayak mythology-mythology Yunani. kalau Yunani punya Zeus, Wayang punya Batara Indra; kalau Yunani punya Hercules, wayang punya Gatotkaca. ya sekian dulu paragraf pembuka ini, pembahasan sebenarnya akan dimulai di paragraf 2.
There was a legend

I went to a bookstore to buy some things for school and in addition I bought this manga. the title is “The Ruler of Nabari”. I haven’t known anything yet about this Manga except it’s about ninja world and about the synopsis that I read on the back of the book.

maybe this is another unusual thing for me to do. but yeah I have a tamagotchi
Who doesn’t know about this Twilight? yup most of you must have known about this Stephenie Meyer’s bestseller novel. the first novel of the four-book saga, has been brought into movie and coming soon the second book, New Moon, will also be brought into movie.
